Terorisme Dalam Perspektif Islam

 Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh 


Akhir akhir ini kita dikejutkan dengan serangkaian aksi terorisme yang dilakukan oleh "oknum" Islam yang tidak bertanggungjawab. Dari sinilah kami teketuk untuk melakukan deradikalisasi dalam upaya meminimalisir pemikiran pemikiran sempit serta picik, yang bisa menjerumuskan pada aksi teror. Sebelum melangkah lebih jauh, alangkah baiknya kami sampaikan terlebih dahulu tentang apa itu Terorisme? 

Terorisme adalah Tindakan yang menggunakan kekerasan untuk menimbulkan ketakutan, dalam usaha mencapai suatu tujuan (terutama tujuan politik). Teror adalah perbuatan sewenang-wenang, kejam, bengis, dalam usaha menciptakan suasana ketakutan, kengerian, dan kerusuhan yang dilakukan oleh seseorang atau golongan. Sesuai dengan pengertian tersebut sebenarnya sudah jauh dari konsep ajaran Islam sebenarnya yang tidak mempebolehkan kekerasan dan kejahatan dalam bentuk apapun sesuai dengan  HR. Ahmad juz 7, hal. 410, no. 20874 berikut ini:

"Kejahatan dan perbuatan jahat, keduanya sama sekali bukan ajaran Islam. Dan orang yang paling baik Islamnya ialah yang paling baik akhlaqnya." (HR. Ahmad juz 7, hal. 410, no. 20874) 

Dan menurut Ali Imron, mantan pelaku aksi terorisme, dia juga mengatakan:

"Kalau orang normal yang didambakan adalah kedamaian, kalau teroris yang didambakan adalah kerusuhan."

Gerakan terorisme di berbagai belahan dunia, khususnya di Asia Tenggara dan Indonesia. Umumnya didasari karena faktor politik karena hal tersebut merupakan faktor terpenting dalam dunia internasional. Hal tersebut juga terjadi karena adanya keinginan dalam mementingkan kepentingan sendiri dan ingin merebut alih kekuasaan dunia. Maka teori konspirasilah yang akan berperan dengan mengadu domba mengatas namakan teroris.  Tindakan terorisme ini tergolong adalam teori konspirasi, karena kasus terorisme ini direncanakan diam-diam oleh kelompok, organisasi rahasia, orang-orang atau organisasi dimana dalam kasus terorisme ini pelaku sudah merencanakan terlebih dahulu tindakannya tersebut secara diam-diam.  Akibat dari timbulnya gerakan terorisme yaitu banyaknya orang-orang yang menjadi korban. Kerusakan gedung-gedung serta fasilitas umum, timbulnya saling curiga antara agama satu dengan agama lain, Negara satu dengan Negara lain, dan lain-lain. Dalam tindakan terorisme merupakan dimensi kekerasan yang terjadi secara fisik, yang kemudian menimbulkan korban dan pertumpahan darah. Kekerasan dalam terorisme bukan hanya terjadi secara fisik tetapi secara jasmani dan mental.

PANDANGAN ISLAM TENTANG TERORISME

Sebenarnya bagaimana Islam mengajarkan pemeluknya selama ini? Bagaimana menunjukkan Islam tidak mengajarkan terorisme dan kekerasan? Sebuah diskusi daring di laman Islam Religion menjawab pertanyaan tersebut.

Dikutip dari laman tersebut, Islam adalah sebagai agama rahmat yang tidak mengizinkan keberadaan terorisme.  Hal ini sesuai dengan firman Allah yang artinya:

"Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil," (Al-Mumtahanah: 8)

Nabi Muhammad SAW juga melarang tentara membunuh wanita dan anak-anak. "Jangan mengkhianati, jangan berlebihan, jangan membunuh seorang anak yang baru lahir," (HR. Bukhari dan Muslim).

"Barangsiapa telah membunuh seseorang yang memiliki perjanjian dengan Muslim tidak akan mencium aroma surga, meskipun aroma surga telah tercium dari jarak yang ditempuh waktu empat puluh tahun," (HR. Bukhari dan Ibnu Majah).

Berdasarkan dalil-dalil di atas, tindakan teror kepada warga sipil yang tidak berdaya, penghancuran besar-besaran bangunan dan properti, pengeboman dan melukai pria, wanita, dan anak-anak yang tidak bersalah, semuanya dilarang dan tindakan menjijikkan menurut Islam. Muslim menganut agama damai, belas kasih, dan pengampunan, dan sebagian besar tidak ada hubungannya dengan peristiwa kekerasan yang beberapa orang kaitkan dengan Muslim. Jika seorang Muslim individu melakukan tindakan terorisme, orang tersebut dihukumi bersalah karena melanggar hukum Islam. 

Semoga tulisan singkat dari penulis ini, mampu mereduksi pemikiran pemikiran kerdil para teroris sehingga masyarakat mampu membedakan mana ajaran yang salah mana ajaran Islam yang sesungguhnya. Wallahua'lam, sekian dari kami semoga bermanfaat ^^

Komentar

Postingan Populer